Selasa, 08 Maret 2022

365 Hari Kedua Hestia

Hestia, waktu kembali genap berotasi. Banyak perjalanan yang telah usai dilalui tanpamu, walau dengan rasa yang berbeda namun jiwa ini harus tetap melangkah dan menyelesaikan semua perjalanan ini. Rasa sakit dan rindu tentang semua cerita itu bukanlah hilang, melainkan diri ini hanya terus mencoba belajar dan mencari cara untuk terlihat baik-baik saja dalam menjalani keseharian.

Hestia, hari ini sudah 8 maret yang kedua aku menghabiskan seharian dengan kesunyian ditengah keramaian, ingatan yang terus menampilkan dengan rapih tentang kisah kita, perasaan yang masih melawan dengan kenyataan yang ada bahwa kamu dan kisah kita tidak akan pernah kembali terulang, aku bukanlah orang yang menjadi pencarian dan tempat terakhirmu berlabuh.

Harapan dan tujuan ku masih tidak berubah dari awal kita bertemu, aku hanya menginginkan kamu mendapatkan kebahagiaanmu dimanapun diri indahmu berpijak, semoga semesta tidak memberikan rasa kehilangan pada dirimu seperti yang aku alami setelah kepergianmu, aku akan selalu melihatmu dari kejauhan sampai kapanpun itu, ikatan yang dahulu pernah ku berikan dengan tulus kepadamu akan menjadi sebuah ikatan abadi. 

Hestia, teruslah bersinar dan jangan sampai jiwamu merasa sedih atas rintangan duniawi yang menghantam dirimu, kamu harus selalu kuat dan bangkit kembali entah dengan siapapun yang bersama denganmu dalam menghadapi itu. Semoga hari dimana kamu menikmati kehidupan tenang dan secangkir coffee di prague bisa terwujud suatu hari nanti ;)


Bukan sebuah klarifikasi

Sadrah.. Mungkin kata itu adalah benar untuk menggambarkan segala yang kau rasa. Perlu kau ketahui memang hal itu benar adanya dan tak perna...